MENGURUNGKAN NIAT (SALAK)
| (dari kiri) Falay, Saya, Rio, dan Adrian |
Mei, 2019 sungguh pendakian yang tidak dipersiapkan dengan matang, mulai dari segi logistik, transportasi hingga pengetahuan akan medan yang minim merupakan awal dari tidak terlaksananya niat awal kami yakni mendaki hingga mencapai puncak salak. Pagi hari sekitar pukul 7 pagi saya bersama rekan Saya Adrian (20) bergegas menuju rumah Rio (20) menggunakan sepeda motor milik Adrian, setibanya dirumah Adrian terlihat Falay (20) dan Rio sedang melakukan packing dan mengecek kembali logistik dan perlengkapan pribadi pada tas milik mereka masing-masing.
Perjalanan dimulai kami menempuh jarak puluhan kilometer menggunakan sepeda motor dengan membawa carrier lumayan besar untuk pendakian berempat, karena kami membawa dua buah tenda untuk masing-masing dua orang nantinya. Entah bila mesin ini dapat berbicara mungkin sudah mengeluh akibat kami paksakan naik turun gunung dalam perjalanan menuju ke basecamp salak. Perjalanan tidak sesuai rencana dimana yang seharusnya kami dapat tiba di basecamp cidahu dalam waktu tempuh 3 jam, waktu yang kami tempuh di lapangan yakni 5 jam untuk dapat tiba di basecamp cidahu.
Hal ini dikarenakan kami salah mengambil jalan dimana mengakibatkan kami harus mengambil jalur perkampungan warga, masuk melalui pedesaan dan jalan-jalan kecil. Ada suatu momen dimana sepeda motor yang kami tumpangi mulai meringis alias mulai bau rem. Hal ini mengharuskan Saya turun dan berjalan kedepan terlebih dahulu untuk mengurangi beban motor saat trek menanjak.
Sekitar pukul 2 sore akhirnya Kami berempat tiba di basecamp Cidahu, Kami bergegas untuk mengurus simaksi dan mencari informasi terkait jalur pendakian kami. Ternyata menurut salah satu ranger disana, pendakian gunung salak idealnya dilakukan mulai pada pagi hari agar tidak terburu-buru untuk sampai ke puncak karena gelap. Konon tidak disarankan untuk berada di jalur pendakian salak dikala matahari sudah terbenam, lantas Kami berempat mencari tempat strategis untuk mendirikan tenda terlebih dahulu untuk merundingkan kembali rencana pendakian ini.
Setelah mendirikan tenda dan dirasa nyaman, akhirnya Kami berempat memutuskan untuk mendaki esok harinya dengan rencana tektok. Namun setelah memasuki pintu rimba, jalur dirasa sangat tidak bersahabat karena intensitas hujan cukup tinggi yang mengakibatkan jalur berlumpur dengan kedalaman sekitar 50cm.
Setelah tiba di persimpangan bajuri, Kami bertemu dengan pendaki lain yang baru saja turun dari Puncak Salak, pertanyaan yang langsung kami tanyakan yakni “Masih jauh a puncaknya?” pertanyaan kami langsung dijawab dengan jawaban yang cukup mengejutkan yakni “yaa sekitar 7 jam lagi keatas”. Kami berempat langsung mengurungkan niat untuk lanjut keatas karena keterbatasan logistik dan perlengkapan yang Kami bawa karena niat Kami hanya ingin tektok. Setelah beristirahat Kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kawah Ratu untuk menghibur diri, melewati Helipad tempat dimana Helikopter tim Sar biasa mendarat hingga tiba di Kawah Ratu.
Tidak banyak yang kami lakukan di Kawah Ratu, hanya berswa foto sebentar kemudian memasak mi instan yang Kami bawa tiba-tiba turun hujan yang cukup deras. Ponco Langsung kami pasang dan bergabung dengan rombongan lain yang sedang berteduh pula. Karena dirasa Hujan tidak kunjung reda, Saya memaksakan rombongan untuk menerobos Hujan dengan jas hujan yang Kami bawa. Perjalanan Turun menuju Basecamp terasa lebih cepat karena memang langkah Kami yang cepat akibat Hujan yang cukup deras dan masih ada perjalanan panjang menuju Jakarta.
Kami Tiba di Basecamp sekitar pukul 3 Sore dan langsung mampir ke Warung yang ada disekitar pintu rimba, ternyata ada beberapa lintah yang hinggap di betis betis kami, Namun hal ini lumrah karena Salak dikenal dengan Gunung yang cukup rapat dan lembab. Setelah selesai beristirahat cukup lama di Warung kami langsung tancap gas menuju tempat tenda Kami didirikan. Kami bergegas packing karena hari sudah mulai mendung kembali dan Target Kami yaitu Jalan Raya terlebih dahulu.
| Chef Falay |
Ternyata perjalanan pulang dari Basecamp Cidahu menuju Jalan Raya hanya sekitar 15 menit, sangat jauh berbeda dibandingkan perjalanan pergi. Ketika tiba di Jalan Raya kami melihat pemandangan indah yaitu Kami diapit oleh Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Perjalanan menuju Jakarta dilalui dengan melewati sekitar 3 km daerah yang sedang mengalami pemadaman listrik.
Perjalanan pun usai diakhiri dengan menyantap Nasi bebek madura di pinggir jalan dan Kami pun berpisah ke kediaman masing-masing.
*Untuk menuju ke Basecamp Cidahu disarankan menggunakan kendaraan pribadi
*Gunakan celana panjang atau gaiter pada saat mendaki gunung Salak
*Siapkan uang receh untuk membayar parkir serta jajan-jajan di Warung setempat.
*Disarankan untuk mempersiapkan fisik yang prima saat mendaki Salak dan Gunung manapun.

SUNGGUH INSPIRATIF SEKALI CERITANYA. JADI PENGEN DEH NAIK GUNUNG PACAR
ReplyDelete