RANU KUMBOLO (TETEW ADVENTURE)
3 – 6 Juli 2018
3 Juli 2018
Perjalanan dimulai,
Saya berangkat dari Rumah menuju kediaman Arin terlebih dahulu karena beliau
minta dibarengi menuju Stasiun Pasar Senen. Sampai dirumah Arin ternyata Ia
telah memesan Taksi Online, langsung saja pamit dengan Orang tuanya dan yak..
Gas!
Saat itu sedang musim
liburan, jalan menuju Stasiun dapat dibilang macet, namun karena keramahan Pak
Sopir yang ternyata juga merupakan seorang pendaki perjalanan menjadi tidak
terasa walau Kami berdua sedikit tergesa-gesa. Beliau bercerita dan memberikan
pengalaman-pengalamannya dalam hal pendakian, menurut Beliau tanggal yang cocok
untuk melakukan pendakian yakni ketika pertengahan bulan. Mengapa ? karena
bulan sedang terang-terangnya.
Singkat cerita Kami
berdua tiba di Stasiun Pasar Senen sekitar 30 menit sebelum keberangkatan
Kereta, Kami menunaikan Sholat Dzuhur
terlebih dahulu. Usai Sholat Zuhur lantas langsung bergabung serta berkenalan
dengan rombongan yang lainnya. Disini Saya berusaha untuk menghafal nama-nama
anggota pendakian.
Sebelum jalan kami
menyempatkan diri untuk foto terlebih dahulu.
Perjalanan
dilanjutkan sekitar 14 Jam di Kereta dan akhirnya tiba di Stasiun Malang pada 4
Juli pagi.
4 Juli 2018
Hari ini dihabiskan
untuk beristirahat, mempersiapkan logistic dan packing ulang, hal yang tidak
menyenangkan terjadi pada diri saya, karena tiba-tiba tubuh saya menjadi lemas,
kepala menjadi pusing dan suhu tubuh yang meningkat. Saya sempat pesimis dengan
pendakian besok, akan tetapi dengan semangat
dari rekan-rekan yang lain dan meminum obat ditambah dengan istirahat yang
cukup, saya dapat kembali seperti sedia kala pada malam harinya. Saya Juga
menyempatkan untuk membeli mie ayam yang harga per-porsinya 5.000 rupiah.
5 Juli 2018
![]() |
| jeep beserta rombongan |
Pagi hari, seluruh
rombongan telah sibuk dengan tas mereka masing-masing, memastikan bahwa tidak
ada barang yang tertinggal. Karena kami ada 18 orang jadi kami menyewa 2 jeep
dengan ukuran sedang.
Pagi hari menuju desa
Ranupane adalah seperti menuju kulkas, karena pada saat itu angin bertiup dan
memang sedang dingin-dinginnya. Saya yang sudah langsung mengenakan setelan
pendakian sangat kedinginan dibuatnya. Bahkan Bakso yang baru dibeli tidak
sampai 5 menit sudah dingin.
RANUPANE
Setibanya di
Ranupane, mengurus simaksi yang sudah dipesan sebelumnya , kemudian melanjutkan
dengan briefing sebelum pendakian oleh pihak TNBTS.
PENDAKIAN DIMULAI
10.00 WIB
Perjalanan dimulai
dengan berdoa terlebih dahulu, dilanjutkan dengan berfoto di depan gerbang pendakian Gunung Semeru.
Perjalanan menuju pos 1 dilakukan dengan gaya berjalan yang agak cepat, Saya
dan Demas (18) berjalan berdua duluan menuju Pos 1. Sekitar 1 Jam dan akhirnya
tiba di Pos 1.
Jangan lupa untuk
mengisi tenaga !
Semangka dan gorengan
menjadi andalan di setiap posnya.
Perjalan diwarnai
dengan menyusuri bukit dan lembah sebelum akhirnya pada perjalanan pos 4 menuju
Ranu Kumbolo ialah bonus. Sepanjang jalan saat saat Danau sudah terlihat
rasanya ingin berlari menuju Ranu Kumbolo.
Eh, Sebentar
Kirain deket,
ternyata Kami menyusuri jalan memutari Ranu Kumbolo, Pada akhirnya Kami tiba di
Ranu Kumbolo sekitar pukul 15.00 WIB.
Dengan semangat yang membara kami berdiskusi antara melanjutkan
perjalanan menuju Kalimati atau tidak. Akan tetapi rombongan masih dibelakang
dan berjarak 1 jam..
Kami pun memutuskan
untuk duduk saja, sambil menikmati Ranu Kumbolo saat itu. Saya dan Demas juga
menyempatkan untuk berfoto di plang Ranu Kumbolo, untuk Kalian ketahui suhu
saat itu sudah dibawah 10⁰.
Saat sedang berfoto,
akhirnya kloter kedua tiba di Ranu Kumbolo dan Kami memutuskan untuk tidak
melanjutkan perjalanan menuju Kalimati karena Kami juga tidak jadi Summit.
Sempat kaget dan bertanya-tanya mengapa tidak naik lagi saja, akan tetapi dengan
rombongan yang banyak dan situasi cuaca yang tidak mendukung akan sangat
berbahaya jika memaksakan untuk naik. Usai membuat tenda langsung bergegas
memasuki tenda karena diluar sudah dingin sekali. Di dalam tenda Saya bersama
Om Mario, Om Erik, Dengan Demas. Namun pada akhirya Demas pindah karena memang sudah sempit,
obrolan-obrolan ringan dengan banyak penyampaian pengalaman pendakian dari Om
Erik dan Om Mario membuat tenda tidak sepi dan saya yang biasanya kalau sudah
di tenda langsung ngess (tidur) kini lain cerita.
Malam hari terbangun
untuk menikmati seduhan mie instan sambil menikmati milky way ditengah
dinginnya Ranu Kumbolo, tidak bisa berlama-lama karena dingin -__-
6 Juli 2018
Pagi hari Bangun
dengan semangat baru, melihat kedepan Ranu Kumbolo dan melihat kebelakang ada
tanjakan cinta yang seperti memanggil untuk ditapaki. Saya mencoba untuk
berlari akan tetapi dengan kemiringan yang lumayan membuat belum ada
setengahnya saya sudah berjalan biasa. Ada yang bilang jangan menengok kebelakang
kalau sedang mendaki tanjakan cinta, namun sepanjang melewati tanjakan cinta
saya menengok terus sambil beristirahat.
Perjalanan dilakukan
untuk menyusuri Oro-Oro Ombo yang pada saat itu membeku sebagian, karena suhu
pada pagi itu mencapai -6⁰ membuat bagian
yang tidak terpapar sinar matahari membeku.
![]() |
| bunga verbena yang membeku |
Menyusuri oro-oro ombo hingga mencapai
Cemoro Kandang dengan harapan terdapat warung yang buka disana, karena pada
saat itu Kami sudah kelaparan. Setelah berfoto di Cemoro Kandang kami segera
kembali ke Ranu Kumbolo dengan rasa lapar. Setibanya di Ranu Kumbolo ternyata
makanan sudah siap untuk disantap, Lanjut menyantap makanan di pinggir Ranu
Kumbolo. Sungguh Wajib Coba deh!
Pada Siang hari, kami memutuskan untuk
bergegas turun karena hendak melanjutkan perjalanan ke Bromo, perjalanan turun
lebih kencang lagi karena maskot dari Tetew Adventure sedang kebelet buang air
besar.
Perjalanan turun hingga sampai ke Gerbang
Pendakian dihabiskan sekitar 3 Jam dan langsung memesan bakso malang yang
ada di sekitaran pos simaksi.
LANJUT BROMO
![]() |
| menyusuri bromo diatas jeep |
Di Bromo tidak banyak yang dapat dilakukan
selain berswa foto, dan menikmati susu jahe di warung disekitaran Bromo. Karena
pada saat itu sudah sore dan tidak memungkinkan untuk naik keatas jadi Kami
hanya dibawah saja.
***persiapkan fisik dan logistic dengan
matang saat mendaki semeru
***ranu kumbolo sangat cocok untuk yang
hendak bersantai dan menikmati semeru tanpa menuju puncak
***jaket tebal dan selalu siapkan uang
dalam pecahan kecil untuk jajan di warung
***selanjutnya mari rapatkan barisan menuju ke puncak semeru di lain waktu
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat dan
Salam Literasi!












Comments
Post a Comment