KAMI BAIK-BAIK SAJA (ARJUNO VIA LAWANG) #CeritaSiBejho
Sebuah perjalanan yang memberikan banyak pelajaran, mulai dari harus mempersiapkan fisik dengan matang dan membuat plan yang sesuai.
.
[11/04/19]
Sedikit cerita, mulai dari basecamp sekitar jam 13.15 jalan ke pos 2 dengan kondisi gerimis, ketika masuk ke alas kaliandra hujan sangat lebat menemani hingga pos 2 tiba. perjalanan basecamp-pos 2 ±5 jam. Sesampainya langsung mendirikan tenda dan memasak sekaligus mengganti pakaian karena semua dalam keadaan basah kuyup.
.
[12/04/19]
Jumat pagi, sebelum prepare untuk naik sesuai plan ke pos 4, kita semua masak lalu sarapan karena perjalanan yang sangat panjang ±6 jam. Perjalanan dimulai jam 12.15 yang seharusnya sesuai rencana jam 9 pagi. Track Arjuno via Lawang sangat jarang dilewati oleh pendaki, mayoritas pendaki lebih memilih jalur tretes. karena itu jalurnya selama pendakian ke pos 3 hampir tidak terlihat. Sekitar 4 jam berjalan, lagi-lagi hujan turun menemani rombongan selama pendakian dan istirahat di pos 3 sebentar lalu lanjut ke pos 4. Waktu sudah memasuki pukul 19.00 tapi pos 4 belum terlihat, setelah diskusi sebentar kita memutuskan untuk bermalam di daerah yang landai yang masih lumayan menuju pos 4.
.
[13/04/19]
Dikarenakan rencana summit bangun jam 3 pagi, tetapi bangun pagi di gunung itu fana kalo kata dzawin haha, yes kita ngaret 3 jam dari rencana, kita bangun jam 6 pagi langsung jalan summit (muncak) dengan berbekal susu putih hangat dan air mineral setengah botol. Kami jalan 12 orang dari 14 orang. Jalan menuju Alas lali jiwo disambut dengan udara pagi di gunung yang sejuk, semua sangat bersemangat menuju puncak sampai ketika di pertemuan dari jalur via purwosari beberapa dari kami kelaparan ini yang menyebabkan 4 dari 12 untuk memutuskan turun kembali ke tempat kita mendirikan tenda semalam. Kala itu hanya tersisa 8 dari 14 orang yang mendaki di Arjuno via Lawang. Lanjut jalan sampai bertemu di pelawangan kami lagi-lagi kabut naik dan sempat frustasi karena puncak yang belum terlihat lalu kabut kian naik. Akhirnya, ±5 jam dari tempat tenda yang didirikan semalam Saya, Yogi, Azmi, Cang aji, Iwan, Dendy, Ayam, dan Talak berdiri di puncak Arjuno 3339mdpl. Sedikit menyebalkan kirakira hanya 20 menit berdiri di puncak Iagi-lagi hujan sangat deras, bisa dikatakan badai menyuruh kami turun, momen yang sangat mencekam dimulai,
Karena hujan disertai petir yang kencang, belum Iagi jalur yang banjir. Ketika di Alas Lali Jiwo, rombongan terpisah menjadi 3 di depan Mas Yogi, Ayam, Dendy. ditengah saya dan azmi dan dibelakang iwan,cang aji dan talak. Baru pertama kali seumur hidup denger gledek di atas kepala pas dan itu sangat kencang. hanya doa dan pertolongan-Nya yang bisa menyelamatkan kami semua sampai ke rumah masing-masing. Sekitar 3 jam kita sampai di tenda dalam keadaan basah kuyup dan alih-alih tidak mau terkena malam lagi di arjuno karena pakaian yang sudah habis karena hujan. Setelah di tenda masak lalu prepare turun rencana ke basecamp tapi, lagi|agi melenceng dari rundown, jam 17.00 kami rencana mau pamit dengan arjuno, tetapi apa boleh buat kami semua dibuat kesasar disana hingga sampai jam 12 malam baru sampe di pertengahan pos 2 ke pos 3. Apa boleh buat, mau tidak mau karena sudah lelah dan ngantuk kita mencari daerah yang landai dan langsung mendirikan tenda kembali dan langsung turun besok pagi.
.
[14/04/19]
Udara pagi seakan menyuruh bangun untuk turun ke basecamp, Perjalanan ke basecamp 5jam dan setelah melewati sabana rombongan terbagi menjadi dua, dibelakang hanya tersisa saya, rajul, azmi, iwan, dendy, ilkham dan cang aji yang mengalami cedera kaki di dengkulnya. Selama perjalanan turun melewati brak kebun kopi lalu disuguhi pemandangan kebun teh yang mengingatkan dikit lagi ke kota dan aku rindu sempol. Arjuno mempunyai ciri khas yang berbeda dari gunung lainnya, yang membedakannya di Puncak Arjuno masih dapet sinyal. Mantap Arjuno.
Terima Kasih @_alyogi dan @erfan_chairudin telah menemani kami selama perjalanan gunung arjuno ini.
Terima Kasih Arjuno atas Pengalaman Berharganya🙌🙌🇮🇩🇮🇩
Cerita kiriman dari Muhammad Ijlal Fajari (18) atau yang biasa di sapa Bejho







Comments
Post a Comment