BUTUH ORANG LAIN (CIREMAI PART 2)
MENUJU ATAP JAWA
BARAT
20 Agustus 2017
Saya dan Taufik yang
memang sedang tidur tiba-tiba dibangunkan oleh Rio untuk lekas bersiap-siap.
Entah si Rio ini tidur atau tidak, tapi yang jelas fisiknya terjaga sekali, padahal dari bawah memang
carriernya terisi dengan bobot yang lebih berat dibandingkan dengan kami
berdua, Kami bertiga menggunakan tipe carrier yang sama yakni , Carrier Consina
Tarebbi 65l dengan warna utama biru dan cover bag hijau #TimTarebbi
Sebelum naik Rio
sempat membuat teh hangat tanpa gula, Dan Taufik membuat Super Bubur untuk disantap
sebagai pengisi perut sebelum summit.
Perjalanan dimulai
dengan tujuan awal yakni Goa Walet, karena sebelum sampai ke puncak memang
harus melewati Pos ini terlebih dahulu. Kami berangkat menuju puncak sekitar
pukul 3 pagi dan belum mengisi perut sama sekali, namun sempat memasak teh
hangat yang tidak pakai gula karena kami tidak membawa gula untuk kami minum
dipuncak .
Fokus,fokus, dan
Fokus karena jalur pendakian cukup curam dengan trek bebatuan padat dan
berdebu, Setibanya di Goa Walet, dan akhirnya kami mengetahui bagaimana
sebenarnya bentuk Goa Walet dan kubangan air bersih yang dapat diambil itu
berada berbeda dari Jalur pendakian menuju ke puncak Ciremai. Saat itu ada satu
tenda yang berdiri di mulut Goa Walet padahal setahu saya memang di Goa Walet
tidak diperbolehkan untuk Camp. Perjalanan dilanjutkan setelah beristirahat
kurang lebih 15 menit, Rio dan Saya juga sempat berswa foto kala itu
dikarenakan jutaan bintang yang sangat jelas terlihat di langit. Namun
dikarenakan kamera yang kami bawa tidak memiliki spesifikasi yang mumpuni
alhasil tidak dapat mengabadikan bintang di langit.
Perjalanan dilanjutkan
semakin keatas dan semakin curam pula trek pendakian menuju atap Jawa Barat
ini, pelan tapi pasti ditemani gelapnya langit dan dinginnya udara pagi ciremai
, trek berupa batuan padat dan berpasir kerap membuat saya kelilipan. Terus
melangkah walau raga sudah mulai lelah dan akhirnya kami bertiga tiba di Puncak
Majakuning (Ciremai/Cereme) dengan ketinggian 3.078 mdpl.
Tiba di Puncak bukan
berarti perjalanan usai, kami bertiga bersama pendaki lainnya harus mencari
pepohonan atau bebatuan untuk berlindung, karena pada saat itu sedang terjadi
angin kencang disertai dengan pasir. Cerobohnya kami bertiga yaitu hanya
membawa sebuah termos panas berisi teh hangat manis. Sekitar 30 menit
kami menunggu di balik batu besar yang menghadap ke arah bayangan Gn. Ciremai
kala pagi itu, Kami sempat memaksa untuk berfoto ditengah angin kencang
tersebut.
BADAI TELAH USAI
Bergegas kami
berswafoto serta menikmati samudra awan dari atap Jawa Barat, terlihat di arah
timur Gn. Slamet mengintip seraya berkata “Kapan kesini ?” (Hehehehe) Tidak
sampai 15 menit usai badai berlalu, kami langsung turun karena esok harus
sekolah dan takut ketinggalan Bus ataupun tidak dapat barengan dari Basecamp.
Lucunya perjalanan
turun dari puncak membuat Kami harus lebih berhati-hati dibanding saat naik
tadi, karena pasir membuat sepatu karrimor saya yang telah tipis sering
tergelincir. Baiklah tak apa, yang penting kami sampai bawah.
MAKAN DULU CUY
SEBELUM TURUN !
Sesampainya di Tenda,
Kami bertiga memasak nasi serta Ikan kalengan. Rio yang ingin membuat nasi
goreng lalu mencampurkan bumbu racik nasi goreng dengan nasi putihnya tanpa
digoreng sebagaimana mestinya. Taufik dan Saya makan normal-normal saja.
LOGISTIK MASIH BANYAK
? BUANG / BAWA TURUN
Jadi di Sanghyang
Rangkah ini ada tenda-tenda Ranger yang selalu sedia ketika ada pendaki yang
membutuhkan bantuan. Usai berdiskusi, Kami bertiga memutuskan untuk memberikan
sisa logistik Kami kepada Ranger yang ada disana. Beras,Telur dan Gas portable
yang kami berikan kepada Ranger, hal itu kami lakukan untuk meringankan beban
agar langkah kami tuk sampai ke bawah lebih cepat. Usai membersihkan alat
makan, Kami lekas melakukan packing serta membongkar tenda.
MARI PULANG
Perjalanan turun kami
lakukan dengan senang sekaligus berat hati, Kami melangkah cepat berharap cepat
tiba, karena keinginan cepat sampai bawah yang besar membuat Saya memutuskan
untuk melewati Jalur Evakuasi yang mana sebenarnya Jalur tersebut 2x lebih jauh
dari jalur biasa namun treknya landai (hadehh capek deh) . Akhirnya kami tiba
di Basecamp Apuy dengan rasa bahagia, iya Bahagia karena kami masih memiliki
cukup waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke
Jakarta. Akan tetapi sayang seribu sayang, Suasana Basecamp sepi dan tidak ada
rombongan yang hendak turun ke Terminal Maja mengharuskan kami menunggu
rombongan yang dari Manggarai kemarin. Ah yasudahlah, tak apa yang penting bisa
pulang, Sisi baiknya Kami dapat melakukan kegiatan bersih-bersih di kamar mandi
yang ada di Basecamp. Saya dan Taufik mandi disana namun Rio ? Ia tidak mau
mandi hahaha
Sekitar 2 Jam Kami
menunggu rombongan lain yang turun, dan akhirnya mereka tiba. Kami pun meminta
agar dibarengi sampai Jakarta nanti hehehe, Sambil mereka beristirahat sejenak
Saya, Taufik dan Rio mengobrol dan bertukar cerita dengan salah satu dari
rombongan mereka. Usai bertukar cerita dan yang lain istirahat, sekitar pukul 5
petang Kami bertolak menuju Terminal Maja meninggalkan Basecamp Apuy sekaligus
meninggalkan Gunung Ciremai (babayyy- see you again)
Pukul 6 kurang Kami
telah tiba di Terminal Maja, Oke! Ini saatnya isi bensin terakhir sebelum
bertolak ke Jakarta. Kami menyantap makanan prasmanan yang ada di Terminal
Maja, bayarnya dihitung berapa lauk yang Kalian Ambil (Ingat! Jangan Barbar).
Selamat makan semuanya !! (maaf dari sini kami sudah tidak mengambil gambar
lagi).
DRAMA PERSETUJUAN
GANDA
Kenapa Saya sebut
Drama ? jadi seperti ini ceritanya, Salah seorang rombongan dari Manggarai
melakukan kegiatan tawar menawar dengan supir pick-up yang kami tumpangi saat
turun tadi soal harga untuk tumpangan hingga ke Cileunyi. Akan tetapi, beliau
(Sang Supir) mengatakan bahwa Ia sudah tidak bisa beroperasi karena sudah lewat
Jamnya. Maksudnya Jam tersebut sudah diperuntukkan bagi Elf-Elf yang ada
disana.
Kami berjalan, Saya
yg mula-mula kebingungan mengapa malah Jalan Kaki ? Apa kita hendak
memberhentikan omprengan ? Atau ini sebuah kode agar Sang supir mau mengantar
kami ? Entahlah, namun semua terjawab ketika ada mobil pick-up yang menjemput
kami dan ternyata Ia adalah Supir yang tadi menolak untuk mengantar Kami.
Beberapa orang dari Kami telah mengetahui bahwa kami akan dijemput dan memang
saat sedang berjalan sekitar 50 m dari Terminal Maja, 2 orang dari Rombongan
kembali ke Terminal entah melakukan apa, namun jika dilihat dari situasi mereka
sedang tawar-menawar.
Lekas kami mengangkat
semua carrier ke sudut dari mobil pick-up ini. Dan akhirnya terjawab pertanyaan
Saya tadi, yakni , yakni rombongan harus berjalan kaki sejauh ± 150 mdpl. Hal ini
dilakukan karena preman sudah tidak memperbolehkan lagi mobil pick-up untuk
mengangkut penumpang namun karena kebetulan Sang supir hendak pulang ke
rumahnya Ia bersedia mengantar Rombongan Kami. Sudah siap jalan karena memang
kami buru-buru agar tidak ketahuan oleh preman disana namun, ada seorang preman
mengendarai sepeda motor berhenti dan langsung marah-marah dengan Sang Supir.
Salah Seorang dari Rombongan berusaha melerai akan tetapi sang Preman sudah
terlanjur marah, terlihat dengan caranya membentak, raut wajahnya dan terdengar
suara-suara berbahasa Sunda dengan nada-nada keras membentak.
GAK JADI BALIK
Akhirnya Kami
memutuskan untuk turun kembali dan Supir pick-up pun kembali ke rumahnya.
Sebenarnya kami merasa tidak enak namun daripada kami melanjutkan perjalanan dengannya
nanti ada hal-hal yang tidak-tidak terjadi dengan beliau kan Bahaya.
Selang 5 menit
datanglah sebuah Elf dan tidak lain tidak bukan Sang supir adalah si Preman
yang tadi. Mau tidak mau Kami harus menumpangi ini, akan tetapi tutur Bapak
Supir lebih enak jika Kami dari Palimanan saja tidak usah dari Cileunyi karena
terlalu Jauh. Dan juga bis yang lewat Palimanan ada 24 Jam dengan harga yang
berbeda-beda juga, Rio dengan Taufik duduk dibelakang dan Saya duduk didepan
bersama salah seorang dari Rombongan Manggarai. Sepanjang perjalanan saya hanya
mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan yakni tentang mitos-mitos yang
ada di Gunung Ciremai dan juga tentang kisah pendaki yang hilang dan tak
kunjung ditemukan di Gunung ini.
PALIMANAN
Setibanya di Palimanan
kami harus berjalan lagi sekitar 100 m menuju sebuah pertigaan dimana banyak
Bis AKAP lewat. Seperti biasa, hal yang dilakukan kenek-kenek bis malam yakni
menembak-nembak tarif. Sudah mulai cemas karena hari telah berganti dan Kami
masih berada di Palimanan, 15 menit Kami menunggu lalu datanglah sebuah bis
patas dan pada waktu itu si Kenek langsung menembak dengan tarif 60rb/orang.
Ini tentu membuat Kami keberatan, lantas setelah tawar menawar secara cepat.
Disepakatilah harga 40rb/orang sampai Jakarta. Sepanjang perjalanan Saya
berusaha untuk tidur karena tepat pagi nanti Saya, Taufik, dan Rio harus
kembali bersekolah.
SLIPI
21 Agustus 2017
Sekitar Pukul 4 Pagi Bus tiba di Slipi, Kami berpisah dan
mengucapkan banyak berterima kasih kepada rombongan dari Manggarai yang
nama-namanya pun tidak kami ketahui (tidak saling berkenalan nama). Kini
saatnya Kami bergegas memesan taksi online menuju Rumah Rio agar satu per satu
dapat turun selama perjalanan (Rumah Rio paling jauh).
----SAMPAI DIRUMAH
> LANJUT SEKOLAH----
“ KALIAN LEBIH DARI 6
ORANG JIKA KALIAN INGIN MELAKUKAN PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI VIA APUY KARENA HAL INI DAPAT MERINGANKAN PENGELUARAN
KALIAN.”
***BILA BERTEMU SOSOK
YANG MENAWARI MAKAN/MINUM DI SEPANJANG JALUR PENDAKIAN BAIK BERUPA NENEK-NENEK MAUPUN KAKEK-KAKEK
AGAR TIDAK MENERIMANYA DAN MENOLAKNYA DENGAN SOPAN.
***JALUR PENDAKIAN APUY
CUKUP BERSAHABAT JIKA MUSIM KEMARAU, BERBEDA JIKA MUSIM HUJAN.
***JALUR APUY MERUPAKAN
JALUR YANG PALING TINGGI DIANTARA JALU-JALUR YANG LAIN SEPERTI JALUR
LINGGARJATI MAUPUN PALUTUNGAN.
***BAWA AIR YANG CUKUP
KARENA DIATAS TIDAK ADA AIR, SAAT MUSIM KEMARAU TIDAK PERLU BERHARAP DARI AIR
DI GOA WALET.
Info akomodasi : Gn. Ciremai 18-20 Agustus 2017
Lebak Bulus >
Cileunyi : 40rb (Primajasa)
Cileunyi > Maja :
35rb (Elf)
Maja > Basecamp
Apuy : 25rb (Pick-up)
Bc > Maja : 25rb
Maja > Palimanan :
20rb
Palimanan > Slipi
: 40rb (Bus Ekonomi)
---Biaya lain-lain---
Makan di Terminal Maja : 15rb
Logistik : 50rb/orang
Simaksi : 50rb/orang
TERIMA KASIH ATAS KESEDIAANNYA UNTUK MEMBACA TULISAN SAYA
SEMOGA BERMANFAAT
SALAM LITERASI !

Mantap ! Lanjutkan terus
ReplyDeletekeren a! ajak ajak dong a klo boleh:)
ReplyDelete