BUTUH ORANG LAIN (CIREMAI PART 1)


Oke, ini merupakan pendakian ketiga saya yang merupakan atap dari Jawa Barat.. yaaa Gunung Ciremai 3.078 mdpl. Kali ini, lagi- lagi saya ditemani dengan teman sekelas saya Taufik serta Rio (18) yang merupakan seorang teman saya sewaktu di bangku sekolah menengah pertama. Biasanya, pada pendakian sebelumnya rata-rata alat pendakian yang utama itu kami pinjam/sewa seperti tenda,flysheet dan kompor. Akan tetapi pada pendakian kali ini, Rio yang merupakan seorang penggiat kegiatan luar yang sedikit sudah lebih berpengalaman dalam pendakian sama seperti Taufik dibandingkan Saya. Kali ini, Kami menggunakan tenda, flysheet, kompor dan lain-lain yang merupakan barang pribadi Rio. Hal ini membuat budget kami lebih ringkas.
Seperti biasa sebelum melakukan pendakian ke gunung mana yang akan Saya tuju, Saya selalu belajar mengenai trek melalui video-video di Youtube serta banyak berselancar di Internet tentang Jalur mana yang akan dilewati, Mata air dan Estimasi waktu pendakian serta Info Akomodasi.






18 Agustus 2017

Perjalanan di mulai dari Lebak Bulus, untuk menuju ke Gunung Ciremai kita dapat menumpangi bus Primajasa jurusan mana saja seperti, Bandung, Garut, maupun Tasik yang penting kita turun di Perempatan Cileunyi dahulu sebelum lanjut ke Terminal Maja.  Kami bertiga bertemu di Kp. Rambutan sekitar pukul 7 malam, pukul 8 malam kami memberhentikan bus Primajasa jurusan Garut yang kebetulan sedang lewat. Perjalanan di Bus terasa sangat panjang tidak seperti saat mendaki Papandayan, kali ini terasa lebih lama mungkin karena adanya kemacetan di ruas tol sekitar 30 menit yang saat itu Kami tidak tahu sudah dimana.. Haha (Maklum namanya malam, lebih asyik istirahat).

19 Agustus 2017

Perempatan Cileunyi (01.00 WIB)

4 Jam lebih kami habiskan di dalam Bus, kini tiba di Perempatan Cileunyi untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Terminal Maja. Eittss… tunggu dulu sobat! Pelajaran yang kami dapatkan dari pendakian sebelumnya adalah kami terlalu terburu-buru untuk tiba di Basecamp yang mengakibatkan selalu kena tembak tarif oleh penyedia jasa angkutan. Nah, di Perempatan Cileunyi terdapat sebuah Masjid (Masjid Al-Huda) yang biasa digunakan juga sebagai tempat beristirahat baik pendaki maupun orang-orang yang sedang bepergian dan ingin istirahat.
Kami memutuskan untuk istirahat sejenak sambil sesekali menengok jalanan berharap ada rombongan pendaki lain yang ingin menuju  Terminal Maja juga. Pukul 02.00 WIB Rio dan Saya menuju ke sebuah minimarket 24 Jam yang ada di seberang Masjid untuk membeli persediaan air, madu, vitacimin dan choki-choki. Saat itu kami membeli 12 botol air mineral berukuran 1000ml.

03.00 WIB
BERTEMU ORANG BARU

Akhirnya, kami melihat ada rombongan baru turun dari Bus Primajasa yang lantas langsung kami hampiri untuk meminta dibarengi bersama mereka menuju Basecamp Apuy. Mereka terdiri dari 9 orang yang berasal dari Jakarta juga ternyata, yakni Manggarai. Perjalanan dilanjutkan menuju Terminal Maja terlebih dahulu dengan Elf, suasana perjalanan sunyi dihiasi dengan angin-angin pagi yang dingin. Tanpa ada perbincangan sedikitpun di dalam Elf, ya mungkin saja karena seluruh rombongan lelah dan ingin istirahat saja ketika dalam perjalanan.

06.00 WIB
TERMINAL MAJA

3 Jam perjalanan yang tergolong lancar jaya, Kenapa ? karena memang masih pagi dan Elf yang kami tumpangi berjalan diatas 40km/jam.. Semua orang memilih tidur untuk menghabiskan waktu di dalam Elf. Tidak banyak yang bisa  diceritakan saat berada di Elf. Setibanya di Terminal Maja langsung mencari minimarket, Bukan untuk berbelanja melainkan numpang buang air kecil karena perjalanan memang cukup jauh. Salah seorang dari rombongan Manggarai menghampiri kami dan mengatakan tidak apa-apa jika kami duluan saja untuk lanjut ke Basecamp karena rombongannya hendak mengisi perut terlebih dahulu. Namun karena kami  memang hanya bertiga ya tidak apa-apa untuk menunggu sebentar daripada harus merogoh kocek lebih dalam.

07.00 - 08.00 WIB
BASECAMP APUY




Perjalanan menuju Basecamp Apuy sangat seru karena kami menumpangi mobil pickup yang biasa untuk mengangkut sayur, dengan kondisi 13 orang terdiri dari 3 orang didepan (termasuk supir) serta 10 orang bersama dengan carrier ditumpuk dibelakang. Jalanan yang tidak mulus cukup membuat deg-degan, Jalan yang sempit  kerap membuat mobil yang kami tumpangi harus silih berganti dengan mobil lain karena jalanan tidak muat jika dilalui 2 mobil  secara bersama.

BIAYA SIMAKSI : 50rb ( Kupon Makan + Sertifikat )

Setelah membayar simaksi dan mengisi data-data diri di Pos Simaksi, kami bergegas untuk mengisi perut terlebih dahulu menggunakan kupon makan gratis dari Simaksi.
Makan gratis yang dimaksud yakni 1 Porsi Nasi Putih, Telor Ceplok, Tempe serta Teh Manis Hangat yaaaa saya harap jangan berharap lebih dari ini yaaa.. nanti kalo tidak dapat kan tidak enak hehehehe..

ANDA RAGU-RAGU KEMBALI SEKARANG JUGA!

PENDAKIAN DIMULAI

Usai mengisi perut dan melakukan packing ulang kami naik tidak bersama dengan rombongan Manggarai karena hendak bergegas agar dapat tempat di Sanghyang Rangkah. Trek Pendakian yang kering membuat jalur cukup berdebu, tidak adanya mata air mengharuskan setiap 1 orang dari kami mengangkut setidaknya  3-4 botol air mineral 750ml.





ALHAMDULILLAH LANCAR JAYA

Pendakian yang terkesan menanjak dengan jalur tanah berdebu dan berakar membuat lutut cepat lelah, Jalur ini cukup bersahabat ketika musim kemarau, namun sepertinya tidak begitu jika musim hujan dan tanah menjadi basah. 5 Jam kami lewati dan akhirnya kami tiba di Sanghyang Rangkah pada pukul 14.00, kami bergegas mencari tempat yang cukup untuk mendirikan tenda karena suasana Sanghyang Rangkah saat itu Sangat Ramai.

MAKAN MAKAN BOSKU



Lapaarrrrr…!!!! Kali ini kami masak-masak bertiga, Nugget menjadi pilihan karena enak dan sangat mudah yakni tinggal di goreng saja hahaha… Ikan Sarden juga tak pernah  ketinggalan dari daftar logistik kami. Usai semua makanan jadi, dan nasi yang kali ini setidaknya sedikit membaik hahaha.. masih klutuk-klutuk sobat, Kami bertiga lantas menyantap, melahap habis semua masakan kami tersebut. Usai makan, Saya dan Taufik memilih untuk beristirahat namun Rio yang selalu bersemangat enggan untuk beristirahat. Katanya “ngapain di gunung tidur? Ngopi lah ayok!” hahaha, namun karena memang sudah lelah jadi ya saya iyain saja.

LANJUTAN PART 2


Comments

  1. Alam tak akan marah bila kau menganggapnya sebagai pelarianmu saja

    ReplyDelete

Post a Comment

DI BULAN INI !