GUNUNG YANG RAMAH BAGI PEMULA

Oke, guys guys guys -__-.. Jadi ini cerita tentang pendakian pertama dalam hidup saya setelah diracuni oleh senior sewaktu di bangku sekolah menengah pertama. Nah, di SMA saya diracunin lagi sama temen saya yang bisa dibilang pemula juga, karena doi sebelumnya baru dari Cikuray yang merupakan pendakian pertamanya .. oke nama temen saya yakni Taufik (19) ..


Langsung saja ke cerita pendakian, karena kita berdua masih anak sekolahan jadi planning pendakian dipilih dimulai dari hari Jum'at yakni sepulang kami sekolah. Dikarenakan rumah saya lumayan terbilang jauh dan harus menggunakan angkot sekitar 30-45 menit akhirnya saya diantar oleh seorang teman (Ferry/18) pulang kerumah untuk mengambil segala peralatan pendakian. Sedangkan Taufik sendiri rumahnya cukup dekat karena jalan kaki pun tidak sampai sepuluh menit jadi dia sudah siap dulu daripada saya.. usai mengambil peralatan dari rumah Saya dan Ferry bergegas menuju rumah Taufik untuk menemui Taufik, sesampainya di rumah Taufik kita memutuskan untuk naik Ojek Online menuju  Lb.Bulus (Disinilah bis Primajasa lewat)




(19.00) Lebak Bulus

Kami berdua menunggu bis yang menuju Garut sekitar 10 menitan, tampak banyak bus primajasa lewat dengan berbagai jurusan seperti Bandung, Garut dan Tasik.. awas jangan sampai salah naik, karena untuk menuju Gn.Papandayan kalian harus turun di Terminal Guntur sebelum melanjutkan ke Prapatan Cisurupan.

-Dalam bis- *perjalanan*

Dalam perjalanan kami berdua menyantap nasi bungkus yang dibelikan oleh teman wanitanya Taufik (Pacar) akan tetapi seluruh air kami berada di carrier dan sayangnya carrier kami berada di bagasi bus  tersebut. Sial! 4 jam perjalanan kami layaknya Ular .. makan akan tetapi tidak minum, lucu juga saat diingat-ingat. Untungya disebelah kami ada seorang pekerja tambang yang sedang pulang kampung, kami berdua diberikan sebotol air mineral. Lanjut cerita akhirnya kami bertiga berbincang ngalor ngidul hahaha..

(23.00) Terminal Guntur, Garut

Setibanya kami di Terminal Guntur langsung disambut oleh beberapa calo/kenek yang menawarkan jasa angkutan umum ke berbagai jurusan. Umumnya mereka langsung menawarkan dengan menyebut objek wisata (gunung maksudnya). Taufik dan Saya pun bergegas menumpangi angkutan umum ke arah Prapatan Cisurupan. Suasana di dalam Angkot pun sangat hening pembicaraan namun bising akibat lagu yang diputar oleh sang supir. Dinginnya angin Garut dikala Malam membuat saya mulai merasa Kedinginan.

(00.00) Prapatan Cisurupan *Keesokan harinya*

Suasana sekitar terbilang sepi akibat sudah dini hari kami tiba di Prapatan Cisurupan, umumnya rombongan pendaki dapat menggunakan mobil bak untuk menuju ke Camp David. Akan tetapi, karena kami hanya berdua alhasil harus menggunakan ojek yang sudah jangan ditanya lagi harganya ketika malam hari begini. Perjalanan menuju Camp David sungguh menakjubkan melihat lampu-lampu rumah warga di bawah layaknya bintang. Dingin mulai menyelimuti tubuh, saya yang saat itu hanya  mengenakan kaos dan celana pendek sangat dibuat menggigil oleh dinginnya suhu Papandayan. Kami pun melewati pos simaksi dan mengisi data-data pribadi, disaat ini saya manfaatkan untuk mengenakan jaket dan celana panjang karena sudah tidak tahan akan dinginnya malam.

(01.00) Camp David (Basecamp Papandayan) 22/10/16

Camp David merupakan basecamp yang cukup luas, banyak terdapat warung dan lahan parkir yang luas untuk parkir mobil maupun motor. Kami berdua memutuskan untuk tidur di sebuah Musholla, namun sebelum tidur kami memutuskan untuk membuat susu hangat untuk sedikit menghangatkan badan.

(05.00)

Usai Sholat subuh, kami bergegas untuk melakukan packing ulang

(06.00)



Pendakian dimulai, karena hanya berdua jadi kami memang berjalan agak cepat diawal. Sesampainya di pos 2 kami mendengar suara Babi Hutan sedang berada di Warung, akan tetapi setelah kami hampiri ternyata tidak ada Babi Hutan sama sekali (mungkin sudah lari). Dari Pos 2 hingga Pd.Saladah kami berjalan cukup santai menikmati pemandangan indah Papandayan. Kami berdua memutuskan untuk camp di Pd.Saladah karena lebih dekat dengan Hutan Mati.

(10.00) Pondok Saladah

Kami tiba di Pd. Saladah dan langsung mendirikan tenda serta membongkar logistik kami

Disini kalian dapat berfoto-foto dengan pohon-pohon yang telah kering akibat hujan abu vulkanik Gn.Papandayan

(12.00) Tegal Alun

Setibanya di Tegal Alun, kami berfoto-foto bersama ladang edelweis Papandayan. 


(13.00) 

Bergegas turun menuju  Pd.Saladah kembali karena cuaca sudah mendung.

(14.30) 

Tiba di Pd.Saladah
Kegiatan kami lakukan dengan makan nasi, masak ikan sarden (berhati-hatilah jika membawa ikan sarden), di Gn.Papandayan terkenal dengan Babi Hutannya yang tidak lagi takut dengan Manusia.

----------ISTIRAHAT----------



23/10/16

Turun kembali ke Camp David
Usai sudah cerita perjalanan kali ini ...


---Balik ke Jakarta---


Informasi Akomodasi : Gn. Papandayan 21-23 Oktober 2016

Jakarta > Garut                          : 104rb (pp) Primajasa
Term.Guntur > Prap.Cisurupan : 25rb (Tarif malam) Angkot
Prap.Cisurupan > Camp David : 40rb (Tarif malam) Ojek
Simaksi       : 65rb
Camp David > Prap.Cisurupan : 30rb Ojek
Prap.Cisurupan > Term. Guntur : 20rb Angkot

*BIAYA LAIN-LAIN*
Toilet : 10rb (Papandayan)
Jasa Ikat Tas saat di Angkot : 10rb
Makan siang : 10rb (Terminal Guntur)
Air mineral botol besar : 15rb (Pd.Saladah)

*Sebaiknya jika ingin ke Papandayan tidak sampai lima orang jangan tiba di Prapatan Cisurupan pada dini hari karena pasti akan dikenakan tarif ojek yang mahal.
*Usahakan usai memasak sampah diikat dan disemprotkan parfum agar baunya hilang. (Babi Hutan kerap menyergap tenda tanpa permisi)
*Trek yang landai dan banyak bonus pemandangan serta disetiap pos sudah ada toilet, dan banyak warung hingga pd.saladah membuat gunung ini sangat ramah bagi pemula
*Saat tiba di Terminal Guntur, ada warung makan di seberang pintu keluar/masuk terminal. Pemilik warung makan tersebut mempunyai rumah di dalam gang samping warung makan yang dapat dijadikan tempat beristirahat sekaligus bersih-bersih
*Biasanya para pendaki menggunakan musholla di depan rumah sang Ibu pemilik warung, namun saat itu kami menggunakan rumah sang ibu untuk bersih-bersih dan Re-packing.
*Jangan lupa ucapkan terima kasih! dan tahu diri di rumah orang.. 

Terimakasih telah membaca cerita saya! 
Semoga bermanfaat!
Salam literasi!

Comments

DI BULAN INI !